Jumat, 08 Desember 2017

Tata Letak Benda Bahasa Jepang

Diposting oleh Adindas di 18.51 0 komentar
o   Bagaimana apabila kita ingin menjelaskan keberadaan sebuah barang atau benda. 

Pola kalimat :
Barang  letak  にあります。


Contoh kalimat :  
1.     ふでばこはつくえのうえ にあります。
"Tempat pinsil ada di atas meja"

2.     かばんのなかにあります  
"Ada di dalam tas "



Kosa kata pendukung :
うえ   : atas
なか  : dalam
した   : bawah


o   Bagaimana menanyakan keberadaan suatu barang atau benda.

Pola kalimat :
Barang  はどこにありますか。

Contoh pecakapan:
Q : ほんは どこにありますか。
A : ほんはつくえのなかにあります。
Q : buku ada dimana?
A : buku ada di kolong meja



KOSA KATA :
いす:  kursi
つくえ :  meja
ごみばこ  :  tempat sampah
カバン :  tas
とけい :  jam
じしよ :  kamus
ものさし :  penggaris
ペン :  pulpen cair
めがね :  kacamata
かさ: payung

Belajar Bahasa Jepang - Kata Ganti Petunjuk Benda

Diposting oleh Adindas di 08.14 0 komentar
   Halo minasan, hari ini kita akan mempelajari kata tunjuk benda . Seperti halnya di Indonesia memiliki kata tunjuk benda, di dalam bahasa jepang pun memilikinya.  Diantaranya adalah sebagai berikut.


~ KORE   : INI 
~ SORE    : ITU
~ ARE`    : ITU
 
~ DORE   : YANG MANA ?

  • ·         KORE    mempunyai arti INI, biasanya ditujukan untuk benda yang dekat dengan si pembicara atau subjek.

      Contoh :
      1. Kore wa hon desu. ( ini adalah buku )
         これは ほんです。
  • SORE   mempunyai arti ITU, ditujukan untuk benda yang dekat dengan lawan bicara atau objek.

      Contoh :

  • 1.  Sore wa tsukue desu. ( itu adalah meja )

         それは つくえです。
  • ·         ARE  mempunyai arti ITU,hal yang perlu diperhatikan adalah antara SORE dan ARE. jika SORE menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara. Namun ARE ditujukan untuk benda yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara. Intinya benda tersebut tidak ada di dekat subjek maupun objek.


      Contoh :
       1. Are wa senpuki desu. ( itu adalah kipas angin )
        あれは せんぷきです。

       2. Are wa kuruma desuka. ( apakah itu mobil? )
        あれは くるまですか。

       Hai,sou desu. ( ya,benar ) / Hai, are wa kuruma desu. ( ya,itu dalah mobil )
        はい, そうです。 はい, あれは くるまです。

  • ·         DORE    mempunyai arti YANG MANA. Ditujukan untuk menanyakan benda yang ada di dekat subjek maupun objek atau benda yang tidak ada di dekat subjek maupun objek.


      Contoh :
      A : Dore wa enpitsu desuka. ( yang mana pensil? )
        えんぴつは どれですか
      B : Kore wa enpitsu desu. (ini adalah pensil)
        えんぴつは これです。


              A Bですか C ですか。 :  A adalah B kah? Atau C kah?


Rei :
1. Kore hon desuka, jishoo desuka. ( apakah ini buku, apa kamus? )
これほんですか。じしょうですか。
2. Rudi san wa sensei desuka, gakusei desuka. ( apakah Rudi guru,apa siswa?)
ルデイさんはせんせいですか。がくせいですか。

A
B , C D です : A adalah B,dan C adalah D




Rei :
1. Kore wa pen desu,Sore wa enpitsu desu. ( ini adalah pena.itu adalah pensil )
これはぺんです。それはえんぴつです。




  • かい  (percakapan)



Tamara : Sumimasen,sore wa hon desuka.
            すみません、それは ほんですか。
Rama  : Iie,so dewa arimasen.
            いいえ、ちが います。
                Kore wa jishoo desu.
                これは じしょうです。
Tamara : Are mo jishoo desuka.
            あれは じしょうですか。
Rama  : Hai,are mo jishoo desu.
            はい、あれもじしょうです。




ATARASHI KOTOBA( Kosa Kata Baru)
じしょう   (JISHO)     : KAMUS
えんぴつ   (ENPITSU)    : PENSIL
ほん  (HON)             : BUKU
つくえ  (TSUKUE )       : MEJA
せんぷき  (SENPUKI )    : KIPAS ANGIN
くるま  (KURUMA)     : MOBIL
せんせい  (SENSEI )      : GURU

がくせい  (GAKUSEI)    : SISWA


Perayaan Hanami - Jepang

Diposting oleh Adindas di 07.48 0 komentar
     




      Hanami (hana wo miru = melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan- makan di bawah pohon sakura.

Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di bawah pepohonan sakura untuk bergembira bersama, minum sake, makan makanan khas Jepang, dan lain-lain layaknya pesta kebun. Semuanya bergembira. Ada kelompok keluarga, ada kelompok perusahaan, organisasi, sekolah dan lain-lain.

Menurut kisah sejarah, kebiasaan hanami dipengaruhi oleh raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum di sekitar istana mereka. Di Jepang para bangsawanpun kemudian mulai menikmati bunga Ume (plum). Namun pada abad ke-8 atau awalperiode Heian, obyek bunga yang dinikmati bergeser ke bunga sakura. Dikisahkan pula bahwa Raja Saga di era Jepang dahulu gemar menyelenggarakan pesta hanami di taman Shinsenendi Kyoto. Para bangsawanpun menikmati hanami di berbagai istana mereka, dan para petani masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi untuk menikmati bunga sakura yang tumbuh disana sambil `tidak lupa membawa bekal untuk makan siang. Hingga kini hanami menjadi kebiasaan yang mengakar di seluruh masyarakat Jepang dan telah di terima sebagai salah satu kekhasan bangsanya. Khusus di daerah Kansai dan Jepang Barat, tempat-tempat unggulan untuk ber-hanami adalah Arashiyama di Kyoto, Yoshino di Nara, taman disekitar OsakaCastle dan Taman Shukugawa di Nishinomiya, Prefektur Hyogo.

Waktu bunga sakura bermekaran di pohonnya berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lainnya, dimulai dari daerah paling selatan. Tapi rata-rata mekar dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). Dengan demikian pesta memandang dan menikmati sakura juga berlainan waktunya dari satu daerah ke daerah lainnya. Prakiraan pergerakan mekarnya bunga sakura disebut garis depan bunga sakura (sakurazensen). Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca. Saat melakukan hanami di suatu tempat adalah ketika semua pohon sakura yang ada di tempat tersebut bunganya sudah mekar semua.


Namun akhir-akhir ini tradisi hanami membawa dampak negatif. Banyak orang Jepang yang mabuk dan angka kecelakaan pun meningkat. Taman pun menjadi gunung sampah. Di saat hanami kelihatannya kesadaran tertib buang sampah menjadi luntur. Sayang sekali. Tapi di sisi lain, hanami seperti sebuah `rehat` singkat dari striknya hidup orang-orang Jepang. Hanami juga merupakan pembelajaran berharga bagi anak tentang alam dan tradisi.

Upacara Minum Teh di Jepang

Diposting oleh Adindas di 07.43 0 komentar
   


    Dengan sejarah yang merentang lebih dari seribu tahun, upacara minum teh telah menjadi bagian penting bagi kebudayaan jepang. Upacara minum teh merupakan upacara tradisi budaya turun temurun yang dilakukan Jepang sejak sebelum zaman edo. Upacara minum teh ini hingga sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara minum teh di Jepang memiliki makna kehidupan yang sangat dalam dan sebuah ajaran tata krama yang baik disamping banyaknya manfaat upacara ini dalam bidang kesehatan.
   Upacara minum teh (sadō, chadō, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh  yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

   Minuman teh mulai diperkenalkan di Jepang pada abad ke 9 oleh seorang biksu Budha dari Cina. Dari  situlah, teh mulai dikenal oleh warga Jepang dan mulai menjadi kebudayaan Jepang.

   Pada mulanya di Cina kebiasaan minum teh pada awalnya hanya sebagai pengobatan, dan seiring waktu maka teh juga dinikmati sebagai minuman biasa yang menyenangkan. Pada awal abad ke 9, seorang penulis Cina, Lu Yu menulis suatu catatan mengenai budaya minum teh dan langkah-langkah persiapan minum teh. Kehidupan Lu Yu ini sangat terpengaruh oleh agama Budha, terutama dari sekolah yang kemudian dikenal di Jepang sebagai Zen. Ide-idenya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan upacara minum teh di Jepang ini. Pada abad ke 12, jenis baru dari teh, yaitu matcha, mulai diperkenalkan. Teh yang terbuat dari bubuk teh hijau ini pertama kali digunakan dalam ritual keagamaan di biara Budha. Pada abad ke 12, samurai-samurai mulai meminum teh ini, dan dasar-dasar upacara minum teh mulai dibuat. Pada abad ke 16, tradisi minum teh ini telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Jepang.

     Acara minum teh biasa dilakukan di rumah, ada dari jenis special tea room, tea house bahkan jamuan tea afternoon di luar ruangan. Meski terkesan sangat sederhana, tapi tuan tumah akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dengan rapi dan sangat sempurna termasuk cara penyajian seperti gerakan tangan dari pertama meracik minuman hingga akhir perjamuan.
     Upacara minum teh di Jepang banyak mengandung makna kehidupan. Setiap prosesi yang ada dalam upacara minum teh di Jepang mengandung setiap makna. Prosesi saling memberi hormat antara tamu dan penerima tamu yang bermakna saling menghormati dan setiap orang harus menghormati tamu. Prosesi pemberian kue manis atau okashi yang mana harus dihabiskan oleh tamu merupakan bentuk penghargaan dari tuan rumah untuk menyambut tamu dan tamu yang mendapat kue okashi harus menghabiskannya sebagai rasa syukur akan pemberian tamu juga sebagai bentuk penghormatan. Pada saat Tea Master membuat teh, setiap gerakan yang dilakukan sangat hati hati dan penuh kesabaran dan tidak boleh tergesa gesa hal ini bermakna seseorang harus melakukan sesuatu secara hati hati dan sabar. Meminum teh pun tidak bisa sembarangan. Mangkuk teh yang disajikan diletakkan dengan sangat hati-hati karena yang menyajikan harus memastikan bahwa motif terbaik dari mangkuk teh tersebut harus menghadap ke arah tamu. Karena itu adalah sisi yang paling baik, maka tidak sopan pula bagi tamu untuk meminum langsung dari sisi tersebut. Jadi peminum teh juga harus memutar mangkuk teh agar posisi motif menghadap tuan rumah sebagai tanda terima kasih dan menghormati.
“Bahwa upacara minum teh itu sakral sifatnya. Sekaligus menggambarkan bahwa “yang penting bukan ketika teh dihirup melainkan bagaimana proses membuatnya”. Dalam proses pembuatan teh lalu menghidangkannya dengan aturan yang gemulai alami membuat kita teringat “diri”, teringat alam, teringat perjalanan hidup, teringat darimana kita datang da ke arah mana kita pergi. Harmoni, keseimbangan adalah “jalan hidup” yang setiap kali harus di rawat, ditata, dilatih dalam proses gemulai. Halus. Tak terburu buru.”




Belajar Bahasa Jepang – Hal yang disukai (Kegemaran)

Diposting oleh Adindas di 07.01 0 komentar
·        Menyatakan, menanyakan dan menjawab kegemaran :
スポーツがすきです。Watahsi wa supötsu ga suki desu (saya menyukai olahraga)
スポーツがすきですか。Supöstu ga suki desu ka (apakah kamu menyukai olahraga?)
(+) はい、すきです。Hai, suki desu. (Iya saya suka)

(-)いいえ、すきではありません。Iie, suki dewa arimasen. (Tidak, saya tidak suka)

            Pola kalimat : - Menanyakan  =  kegemaran がすきですか。

      -   Menyatakan  =  subjek kegemaran がすきです


·        Menyatakan dan menjawab hal yang tidak disukai.
私は スポーツがすきでわありませんWatashi wa supötsu ga suki dewa arimasen.   (Saya tidak menyukai olahraga)

Pola kalimat : subjek kegemaran がすきではありません。


·        Menyatakan dan menjawab hal yang tidak begitu disukai
せんせいはスポーツがあまりすきではありません。Sensei wa supötsu ga amari suki dewa arimasen (Ibu guru tidak begitu suka olahraga)

Pola kalimat : subjek kegemaran があまりすきではありません。


·        Menyatakan, menanyakan dan menjawab hal yang paling disukai dalam kelompok benda
スポーツの 中でサッカーがいちばんすきです。Supötsu no naka de sakka ga ichiban suki desu (Sepak bola adalah olahraga yang paling disukai)

Pola kalimat : kelompok benda の中で kegemaran がいちばんすきです。

スポーツの中で何がいちばんすおいですか。Supötsu no naka de nani ga ichiban suki desu ka. (Didalam olahraga apa yang paling kamu sukai?)

Pola kalimat : kelompok benda 中で何がいちばんすきですか。


Kelompok benda
      1.  スポーツ (olahraga)
·        golf →  ゴルフ  (goruhu)
·        bisbol →  野球  (yakyuu)
·        pingpong →  卓球  (takkyuu)
·        judo →  柔道  (juudou)
·        kendo →  剣道  (kendou)
·        sumo →  相撲  (sumou)
·        karate →  空手  (karate)
·        panahan →  弓道  (kyuudou)
·        futsal →  フットサル  (huttosaru)
·        sepak bola →  サッカー  (sakka-)
·        bola voli →  バレーボール (bare-bo-ru)
·        basket →  バスケット (basuketto)
·        badminton →  バドミントン  (badominton)
·        tenis →  テニス (tenisu)
·        tinju →  ボクシング  (bokusingu)
·        berenang →  水泳  (suiei)

2. どうぶつ (binatang)
·        anjing →  犬 (inu)
·        babi →  豚 (buta)
·        babi Liar →  猪 (inosisi)
·        badak →  サイ (sai)
·        bebek → アヒル (ahiru)
·        belut →  鰻 (unagi)
·        beruang →  熊 (kuma)
·        buaya →  ワニ (wani)
·        burung →  鳥 (tori)
·        ayam →  鶏 (niwatori)
·        domba →  羊 (hituji)
·        dinosaurus →  恐竜 (kyouryuu)
·        flamingo →  フラミンゴ (huramingo)
·        gagak →  カラス (karasu)
·        gajah →  象 (zou)
·        harimau →  虎 (tora)
·        ikan →  魚 (sakana)
·        jerapah →  キリン (kirin)
·        kadal →  トカゲ (tokage)
·        kambing →  ヤギ (yagi)
·        kangguru →  カンガルー (kangaru-)
·        katak →  蛙 (kaeru)
·        monyet →  猿 (saru)
·        kelabang →  ムカデ (mukade)
·        kelelawar →  コウモリ (koumori)
·        kelinci →  ウサギ (usagi)
·        kepiting →  蟹 (kani)
·        kucing →  猫 (neko)
·        kuda →  馬 (uma)
·        kunang-kunang →  蛍 (hotaru)
·        kupu-kupu →  蝶々 (choucho)

3. くだもの (Buah-buahan)
    ·       almond →  アーモンド  (a-mondo)
    ·        apel →  リンゴ  (ringo)
    ·        aprikot →  杏子  (anzu)
    ·        alpukat →  アボカド  (abogado)
    ·        ara →  イチジク  (itijiku)
    ·        anggur →  ブドウ  (budou)
    ·        blackberry →  ブラックベリー  (burakku beri-)
    ·        blueberry →  ブルーベリー  (buru- beri-)
    ·        buah pir →  梨  (nasi)
    ·        ceri →  さくらんぼ  (sakuranbo)
    ·        delima →  ザクロ(  zakuro)
    ·        durian →  ドリアン  (dorian)
    ·        jeruk mandarin →  みかん  (mikan)
    ·        kelapa →  ココナッツ  (kokonattu)
    ·        kesemek →  柿  (kaki)
    ·        kiwi →  キウイ  (kiui)
    ·        kismis →  レーズン  (re-zun)
    ·        lemon →  レモン  (remon)
    ·        limau →  ライム  (raimu)
    ·        mangga →  マンゴー  (mango)
    ·        melon →  メロン  (meron)
    ·        nanas →  パイナップル  (painappuru)
    ·        pisang →  バナナ  (banana)
    ·        pepaya →  パパイヤ  (papaiya)
    ·        persik →  桃 (momo)
    ·        semangka →  スイカ (suika)


 

All About Japan Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei